September 07, 2017

Software Development Dengan Kanban

Kanban adalah framework untuk membantu agar tetap fokus pada suatu sub-pekerjaan, sehingga progress project menjadi lebih terkendali dan terukur, sehingga mengurangi demotivasi dalam mengerjakan project software development yang bertambah kompleks.

Kanban memiliki tabel dengan 4 kolom:
  1. Feature backlog.

    Berisi semua stok pekerjaan yang harus diselesaikan. Masukan semua fitur software yang ingin dikerjakan. Yang feasible maupun yang tidak, silakan dimasukan di sini.

  2. To Do List.

    Berisi pekerjaan yang direncanakan untuk dikerjakan. Ambil beberapa item dari backlog sebagai batas maksimum jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan. Kalau bisa item tersebut saling berkaitan. Kemudian diberikan prioritas, mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

  3. In Progress.

    Berisi pekerjaan yang sedang dilakukan. Bila perlu bisa dibuatkan sub-kolom jika pekerjaan membutuhkan beberapa step.

    Item yang akan dikerjakan dipindahkan dari kolom To Do List ke dalam kolom ini. Kolom ini bisa dibelah menjadi 2, yaitu code dan test.

    Item yang sedang dikerjakan hendaknya diberikan timestamp supaya bisa diukur umur item tersebut. Ukuran umur bisa digunakan sebagai bahan evaluasi pekerjaan.

  4. Done.
    Berisi pekerjaan yang sudah selesai.

Menghadapi High-Priority Request


Misal, limit To Do List adalah 3 pekerjaan, maka jika ada item lain yang berstatus high-priority ingin dikerjakan terlebih dahulu, maka akan ada 2 opsi:
  1. Menunda/menolak item high-priority tersebut.
  2. Menukar item, sehingga jumlah To Do List tidak melebihi limit yang telah ditentukan.