January 29, 2015

Stand Alone Ardhyno

Innalillaahi wa inna ilaihi rojiun. Telah terjadi sengatan listrik tegangan tinggi dari ignition koil mengenai Arduino Mega 2560, maka dengan sangat menyesal saya repack kembali kedalam boxnya dan mengambil buku tulis lalu corat-coret membuat DIY AVR development board yang baru.
Pertama, cari datasheet untuk Atmega328P. Setelah baca-baca, corat-coret, dan hasilnya adalah:

B.O.M

Bill-of-materials, barang belanjaan material — kok yo pas, BBM:
  1. U1 adalah mikro-kontroler Atmel Atmega328P.
  2. R1 adalah resistor untuk pull-up pin RESET. Menurut datasheet, pin RESET ini active low, yang berarti akan aktif jika pin terhubung dengan ground, atau 0 volt. Supaya Atmega ngga reset terus, maka diberi tegangan 5 volt.
  3. R2 & R3, adalah penahan arus untuk LED. Karena LED akan meletus karena kelebihan arus. R2 10K ohm sedangkan R3 1K ohm.
  4. D1, LED hijau. D2, LED merah.
  5. C2 dan C2 adalah kapasitor 22pF dan X1 sebagai clock source µC 16.000 Khz
  6. C1 100nF, digunakan sebagai time delay untuk auto-RESET yang dilakukan oleh programmer µC
  7. C2 100nF, digunakan sebagai filter noise pada pin Analog Reference (AREF), sesuai rekomendasi dari datasheet — seharusnya pake induktor 100µH juga, tapi untuk kali ini ngga usah dipakai, kecuali nanti membutuhkan analog-digital-conversion yang akurat, barulah dipasang induktornya.
  8. H, adalah pin header. S1 adalah tactile switch untuk RESET manual.
  9. P1 adalah pin molex (nama dagang di toko komponen), yang digunakan untuk menghubungkan development board dengan FTDI break-out.
FTDI breakout adalah modul yang digunakan untuk menghubungkan µController dengan aplikasi programmer, melalui port USB komputer. FTDI breakout ini nanti akan terlihat sebagai USB serial port, kalau di Linux biasanya akan dikenali sebagai /dev/ttyUSB0.
Chip Atmega yang digunakan sudah memiliki bootloader Arduino Uno, sehingga tidak memerlukan programmer external untuk melakukan pemrograman.
OK, waktunya potong kabel dan nyolder…

Setelah 6 jam pengerjaan…

Komentar

Sawang-sinawang, kayaknya terlalu besar, lebih kecil lagi OK nih.
Jenis port yang digunakan selain pin, juga port header, supaya bisa lebih fleksibel menggunakan kabel jumper.
Posisi port konektor lebih baik dekat dengan µController untuk menghemat penggunaan kabel.
Posisi letak komponen pendukung seperti crystal, caps, resistors, leds, harus direview lagi, dan dengan posisi port konektor lebih dekat ke µController, memungkinkan komponen pendukung berjejer-jejer rapih.
Hmmm… Bikin lagi ah :)