November 12, 2011

Wanita Pilar Keluarga

Al-Khawarizmi pernah ditanya tentang wanita, Ia menjawab:
Kalau Wanita mempunyai akhlak baik & cara berfikir positif, maka ia adalah angka 1…
Kalau ia juga cantik maka imbuhkan 0 jadi 10…
Kalau ia juga punya harta, imbuhkan lagi 0 jadi 100…
Kalau ia pintar & cerdas, imbuhkan lagi 0 jadi 1000… 
Jika seorang wanita memiliki semuanya tapi tidak memiliki yang pertama maka ia hanya 000…

Pertama kali saya membaca tulisan ini di internet, saya terdiam sejenak karena kagum dengan kesederhanaan cara berpikirnya. Kalau dipikir-pikir memang benar bahwa akhlak dan cara berpikir positif adalah syarat mutlak bagi wanita dalam konteks pilar keluarga — dan pasangan hidup.

Dalam keluarga, wanita itu kan punya 2 jabatan, sebagai istri dan seorang ibu. Sebagai istri, dia memiliki tanggung jawab untuk menjaga rumah ketika suami bekerja, dan memastikan bahwa suami tenang meninggalkan keluarga, juga memastikan suami bisa recovery sepulang dari bekerja supaya besok bisa bekerja lebih giat lagi. Sebagai seorang ibu, dia memastikan anak bisa tumbuh dengan baik secara fisik dan mental. Ada yang mengatakan bahwa ibu adalah madrasah bagi anak-anaknya. Betul, memang begitu adanya. Siapa yang mengajari budi pekerti, toleransi, kelembutan, kejujuran, optimisme, semangat berjuang? Semua itu dari seorang ibu.

Tidak berarti ayah tidak memiliki kontribusi dan tanggung jawab. Sebenarnya ayah/suami memiliki tanggung jawab yang sama bahkan jauh lebih berat. Karena dia adalah seorang pemimipin, maka seharusnya tugas istri/ibu juga harus dikerjakan walaupun dengan timeframe yang pendek disisipkan disela-sela waktunya — sepulang kantoor hingga tidur malam atau weekend.

Seorang suami semestinya harus bisa memasak, mencuci, menyetrika, menjahit, memandikan anak, mengasuh anak, mengajak dia bermain dan belajar, karena itu semua akan sangat membantu istri menjalankan tugasnya dirumah — istilahnya mungkin harus jadi suami yang keibuan.

Walaupun banyak istri yang senang, tapi ada juga yang tidak suka dengan suami keibuan seperti ini. Bagi para istri yang suka dengan suami seperti ini, harus diingat, bahwa suami juga anak hasil didikan ibunya. Dan ibunya itu pasti memiliki akhlak yang baik dan cara berpikir positif.

Wallahua'lam

Catatan: Tentang Al-Khawarizmi, dia adalah penemu angka 0, penemu algoritma, dia adalah bapak Aljabar, salah seorang ilmuwan Islam. Detil tentang Al-Khawarizmi bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Khwarizmi

0 comments:

Post a Comment